
Cetak Calon Tenaga Kesehatan Cekatan, Mahasiswa Kebidanan IBISA Sukses Jalani Ujian Praktik KDK
PURWOREJO — Suasana tegang namun penuh konsentrasi menyelimuti area laboratorium kebidanan Institut Teknologi Bisnis dan Kesehatan Bhakti Putra Bangsa Indonesia (IBISA) pada tanggal 27-29 Juli 2026. Sejumlah 43 mahasiswa program studi Kebidanan semester 2 tahun akademik 2025/2026 secara bergiliran menghadapi Ujian Praktik Keterampilan Dasar Kebidanan (KDK) dengan 4 dosen penguji, sebuah tahapan evaluasi krusial yang wajib dilalui sebelum mereka diizinkan terjun langsung ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Pelaksanaan ujian praktik ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana pemahaman teoretis mahasiswa dapat diterjemahkan menjadi tindakan klinis yang aman, presisi, dan manusiawi sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.
Kedisiplinan dan Ketepatan Prosedur Menjadi Sorotan Utama
Dalam ujian yang berlangsung ketat ini, setiap mahasiswa diwajibkan untuk mendemonstrasikan berbagai keterampilan dasar asuhan kebidanan secara mandiri di hadapan dosen penguji. Penilaian dilakukan menggunakan checklist observasi yang detail, di mana kesalahan kecil pada langkah prosedural dapat berdampak signifikan pada kelulusan stase.
Beberapa kompetensi utama yang menjadi fokus pengujian pada periode ini meliputi:
-
Penerapan Universal Precaution (Pencegahan Infeksi): Penguji memantau dengan ketat ketaatan mahasiswa dalam melakukan cuci tangan 6 langkah, teknik memakai hingga melepas handscoon (sarung tangan steril) dengan prinsip on/off, serta manajemen limbah medis.
-
Pemeriksaan Fisik dan Tanda-Tanda Vital (TTV): Mahasiswa diuji kecepatannya dan akurasinya dalam mengukur tekanan darah, suhu, pernapasan, serta denyut nadi menggunakan peralatan medis standar.
-
Pemenuhan Kebutuhan Dasar Manusia: Praktik asuhan langsung pada phantom (alat peraga) seperti memandikan pasien, perawatan luka, hingga vulva hygiene diuji untuk memastikan kenyamanan dan kebersihan pasien kelak.
Menyelaraskan Keterampilan Tangan dan Empati
Ujian praktik KDK tidak semata-mata menilai keterampilan motorik, tetapi juga mengevaluasi kemampuan soft skill mahasiswa. Selama berada di ruang ujian, mahasiswa diwajibkan melakukan roleplay komunikasi terapeutik.
Mereka harus menyapa, memperkenalkan diri, serta melakukan informed consent (meminta persetujuan tindakan) kepada phantom layaknya kepada pasien sungguhan. Hal ini diterapkan untuk melatih refleks empati dan etika profesional seorang bidan.
“Laboratorium adalah tempat yang tepat untuk berlatih dan dievaluasi. Kami menuntut kesempurnaan prosedur di sini, agar kelak saat mahasiswa kami melayani masyarakat, tidak ada lagi ruang untuk kesalahan atau kelalaian medis,” tegas salah satu tim dosen penguji di sela-sela kegiatan evaluasi.
Secara keseluruhan, pelaksanaan ujian praktik KDK berjalan dengan sangat lancar dan tertib. Meskipun beberapa mahasiswa tampak gugup pada menit-menit awal, mayoritas peserta ujian berhasil mengendalikan situasi dan menyelesaikan seluruh rangkaian stase dengan nilai yang memuaskan.
Berikut total stase yang wajib di lalui seluruh peserta ujian KDK :
1. Injeksi IV/ Mengambil Spesimen Darah
2. Perawatan Luka/Ganti Balutan
3. Pemasangan Kateter
4. Heacting
5. Injeksi IM / IC
6. Aff Heacting
7. Oksigenasi
8. TTV
9. APD
10. Cuci Tangan
Keberhasilan ujian ini menjadi bukti nyata kesiapan mahasiswa kebidanan IBISA dalam menyerap ilmu dasar medis. Berbekal evaluasi ini, para calon bidan tersebut kini selangkah lebih mantap untuk melanjutkan pendidikan ke tahap berikutnya dan bersiap menyongsong pengabdian di rumah sakit, puskesmas, maupun klinik persalinan.



